
Tawaf adalah salah satu rukun umroh dan haji yang wajib dilakukan setiap jamaah. Banyak jamaah pemula merasa cemas sebelum tawaf pertama, padahal sebenarnya tata caranya cukup jelas jika dipahami dengan tenang.
Tawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan niat di hati. Jamaah berjalan mengelilingi Kaaba sebanyak 7 putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Kaaba dijadikan di sebelah kiri jamaah (berlawanan arah jarum jam).
Pada tiga putaran pertama, jamaah pria dianjurkan berlari kecil (ramal), sementara 4 putaran berikutnya berjalan biasa. Ini sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, bukan kewajiban, dan tidak berlaku bagi perempuan atau jamaah lansia.
Kesalahan umum jamaah pemula: berdesak-desakan di area Hajar Aswad, mendekati Maqam Ibrahim lebih dari yang diperlukan, dan melupakan shalat dua rakaat setelah tawaf. Bimbingan dari pembimbing bersertifikat akan membantu menghindari semua ini.
Setelah tawaf selesai, jamaah melanjutkan dengan sai, yaitu berjalan cepat antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Sai mengingatkan kita pada keteguhan hati Siti Hajar mencari air untuk Nabi Ismail.
Tahallul adalah tahap akhir, yaitu mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala. Dengan tahallul, umroh telah selesai dan ihram diperbolehkan dibuka. Semoga ibadah kita diterima sebagai umroh mabrur, Insya Allah.



